Fairy

Selasa, 14 Januari 2014

Anti Parkinson



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya termasuk juga dengan penulis,sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah Farmakologi dengan judul “ Anti Parkinson” dengan tepat pada waktunya.

            Makalah ini berisi mengenai pengertian, penyebab, penggunaan, penggolongan dan spesialit obat. Makalah ini disusun supaya para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada mengenai Anti Parkinson yang kami sajikan di dalam sebuah susunan makalah yang ringkas, mudah untuk dibaca serta mudah dipahami.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami meminta pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca serta memperluas wawasan mengenai Anti Parkinson serta seluk beluknya.
                                                                                                                                              



Jatinangor, Januari 2014

                                                                                                        Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I: PENDAHULUAN................................................................................................ 1
            1.1.Latar Belakang................................................................................................... 1
BAB II: PEMBAHASAN................................................................................................. 3
            2.1.Pengertian.......................................................................................................... 3
            2.2.Gejala................................................................................................................. 3
            2.3.Penyebab............................................................................................................ 3
            2.4.Penggunaan........................................................................................................ 4
            2.5.Penggolongan.................................................................................................... 4
            2.6.Obat-obat anti Parkinson................................................................................... 5
            2.7 Spesialit Anti Parkinson..................................................................................... 6
BAB III: PENUTUP......................................................................................................... 7
           3.1.Kesimpulan......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 8

                   
           


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
            Penyakit parkinson (paralisis agitans) adalah suatu sindrom dengan gejala utama berupa trias gangguan neuromuskular: tremor, rigiditas, akinesia (hipokinesia) disertai kelainan postur tubuh dan gaya berjalan. Gerakan halus yang memerlukan koordinasi kerja otot skelet sukar dilakukan pasien, misalnya menyuap makanan, mengancingkan baju dan menulis. akibat gejala ini pasien sangat bergantung pada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
            Gejala parkinson Tremor adalah gerakan getar dengan frekuensi 3-7 getaran per detik, biasanya mengenai anggota gerak yaitu  tangan, lengan atau tungkai. Yang khas muncul pada saat istirahat, saat relaks ketika memegang koran atau gagang telepon.Tremor dapat pula mengenai dagu, bibir, lidah bahkan leher. Tremor juga akan muncul atau bertambah berat pada keadaan stress baik stress fisik maupun emosi. Saat konsentrasi pun bisa muncul gejala tremor namun pada saat tidur lelap gejala tidak muncul. Pada keadaan lanjut tremor akan muncul sepanjang waktu baik ketika beristirahat maupun saat beraktivitas. Rigiditas sebagai gejala kedua dari parkinson didefinisikan sebagai tahanan terhadap gerakan pasif sehingga apabila persendian penderita digerakkan orang lain maka terasaseperti ³roda gigi´. Penderita sendiri akan mengeluh kekauan otot, nyeri sendi saat digerakkan, kelemahan atau lelah. Keadaan ini terkadang meyerupai gejala rematik. Postur tubuh dapat menjadi membungkuk ke depan. Pada keadaan yang lanjut gerakan sendi bias menjadi terbatas.Selanjutnya  Bradikinesia sebagai gejala ketiga parkinson adalah menurunnya gerakan motorik secara keseluruhan. Manifestasinya antara lain adanya kesulitan penderita untuk bangkit dari kursi, memulai berjalan atau berbalik di tempat tidur. Wajah menjadi kurang berekspresi sehingga tampak senantiasa murung dan sedih, kedipan mata berkurang sehingga tampak seperti melamun atau menerawang atau tatapan kosong.Suara dapat menjadi halus dan pelan, hal ini menyebabkan lawan bicara meminta penderita untuk mengulang pembicaraan. Gaya berjalanpun dapat menjadi kaku seperti robot, langkah menjadi kecil-kecil dan pendek, langkah diseret, lengan tidak atau kurang melenggang. Kelambanan dapat mengenai organ untuk makan, berupa lamban mengunyah, menelan sehingga butuh waktu makan yang lebih lama dari biasanya.
            Berkurangnya refleks menelan ini dapat pula mengakibatkan penderita mengeces. Gangguan juga dapat mengenai gerakan motorik halus, misalnya berupa kesulitan untuk memotong makanan, kesulitan untuk mengancingkan baju, tulisan menjadi lebih kecil ukurannya dari biasanya, kesulitan membuka lembaran kertas pada buku, bahkan mengetuk pintu pun dapat menjadi sesuatu yang sulit dilakukan penderita.Sedangkan Instabilitas Postural sebagai gejala parkinson keempat biasanya timbul pada keadaan lanjut, di mana keseimbangan menjadi memburuk sehingga penderita mudah terjatuh. Ketika sedang berjalan pasien dapat mengalami kesulitan untuk berhenti sehingga saat akan berhenti dapat kehilangan keseimbangan.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Definisi
            Penyakit parkinson atau penyakit gemetaran yang ditandai dengan gejala tremor, kaku otot  atau kekakuan anggota gerak, gangguan gaya berjalan (setapak demi setapak) bahkan dapat terjadi gangguan persepsi dan daya ingat merupakan penyakit yang tejadi akibat proses degenerasi yang progresif dari sel-sel otak (substansia nigra) sehingga menyebabkan terjadinya defisiensi neurotransmiter yaitu dopamin.
            Obat anti Parkinson adalah obat-obatan yang dapat mengurangi efek penyakit Parkinson.
2.2.Penyebab
v  Idiopatik (tidak diketahui sebabnya)
v  Radang, trauma, aterosklerosis pada otak.
v  Efek samping obat psikofarmaka.

            Penyebabnya adalah degenerasi progesif dari sel-sel saraf dopaminenerg diotak,sehingga produksi DA berkurang dan keseimbangan dalam ganglia basal terganggu karna system Ach berkuasa. Faktor keturunan sediko akan dihinggapinya adalah 3 kali lebih besar bila salah satu orang tua atau saudara menderita penyakit ini.
2.3.Gejala
            1. Kekakuan anggota gerak(rigor,hypertonia).
2. Mobilitas hilang atau berkurang secara abnormal atau(bradikyinesia).
3. Gemetar(tremor).
4. Gangguan keseimbangan tubuh.
5. Dipresi yang lazim menyertai penyakit ini,akibat turut lisutnya pula sel-sel  
   serotoninerg diotak yang berkurangnya serotonin.
Gejala-gejala Parkinson dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Gangguan motorik positif, misalnya  terjadi tremor dan rigiditas. Gangguan motorik negatif, misalnya terjadi  hipokinesia .
2.      Gejala vegetatif, seperti air liurdan  air mata berlebihan, muka pucat dan  kaku (mask   face) .
3.      Gangguan psikis, seperti berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, merasa tertekan.
2.4.Penggunaan Obat Anti Parkinson
            Meskipun pengobatan parkinson tidak dapat mencegah progresi penyakit, tetapi sangat memperbaiki kualitas dan harapan hidup kebanyakan pasien. Karena itu pemberian obat sebaiknya dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan sedikit demi sedikit.
2.5.Penggolongan Obat Anti Parkinson
      Berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi:
1.      Obat anti muskarinik, seperti triheksifenidil/benzheksol, digunakan pada pasien dengan gejala ringan dimana tremor adalah gejala yang dominan.
2.      Obat anti dopaminergik, seperti levodopa, bromokriptin. Untuk penyakit parkinson idiopatik, obat pilihan utama adalah levodopa.
3.      Obat anti dopamin antikolinergik, seperti amantadine.
4.      Obat untuk tremor essensial, seperti haloperidol, klorpromazine, primidon dll.





2.6.Obat-obat Anti Parkinson

Obat
Aturan Pemakaian
Keterangan
Levodopa
(dikombinasikan dengan karbidopa)
Merupakan pengobatan utama untuk parkinson. Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh
Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang
Bromokriptin atau pergolid
Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru
Jarang diberikan sendiri
Seleglin
Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa
Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak
Obat antikolinergik (benztropin & triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin)
Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah
Bisa menimbulkan beberapa efek samping
Amantadin
Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa
Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri

2.7.Spesialite Obat Anti Parkinson
No
Generik
Dagang
Pabrik
1
Trihexyphenidil
artane
Lederle
2
levodopa
Madopar    Dispersible 125
Roche
3
Bromocriptin mesilate
parloder
Novartis
4
selegiline
jumex
Sanofi aventis
5
trihexyphenidil
Arkine          hexymer
Pyridam    mersifarma
6
Levodopa
Levopar           pardoz
Meprofarm Texpharm jaya







BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif, merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/ neostriatum (striatal dopamine deficiency). Di Amerika Serikat, ada sekitar 500.000 penderita parkinson. Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penduduk 210 juta orang, diperkirakan ada sekitar 200.000-400.000 penderita
Penyakit Parkinson merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan secara holistik meliputi berbagai bidang. Pada saat ini tidak ada terapi untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi pengobatan dan operasi dapat mengatasi gejala yang timbul . Obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala parkinson, sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan sampai saat ini. Sekali terkena parkinson, maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidupnya.
Tanpa perawatan, gangguan yang terjadi mengalami progress hingga terjadi total disabilitas, sering disertai dengan ketidakmampuan fungsi otak general, dan dapat menyebabkan kematian. Dengan perawatan, gangguan pada setiap pasien berbeda-berbeda. Kebanyakan pasien berespon terhadap medikasi. Perluasan gejala berkurang, dan lamanya gejala terkontrol sangat bervariasi. Efek samping pengobatan terkadang dapat sangat parah.
.


               

Daftar Pustaka

http://eryana-dewi.blogspot.com/2012/10/spesial-untuk-postingan-pertama-materi.html
http://www.scribd.com/doc/49535726/makalah-parkinson
http://herahumairah61.blogspot.com/2013/05/farmakologi-antiparkinson.html