KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah memberi taufik,
hidayah, serta inayahnya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas
sebagaimana seperti biasanya termasuk juga dengan penulis,sehingga penulis
dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah Farmakologi dengan judul “ Anti
Parkinson” dengan tepat pada waktunya.
Makalah ini berisi mengenai pengertian, penyebab, penggunaan, penggolongan dan spesialit obat. Makalah ini disusun supaya para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada mengenai Anti Parkinson yang kami sajikan di dalam sebuah susunan makalah yang ringkas, mudah untuk dibaca serta mudah dipahami.
Makalah ini berisi mengenai pengertian, penyebab, penggunaan, penggolongan dan spesialit obat. Makalah ini disusun supaya para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada mengenai Anti Parkinson yang kami sajikan di dalam sebuah susunan makalah yang ringkas, mudah untuk dibaca serta mudah dipahami.
Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu kami meminta pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat
membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk
para pembaca serta memperluas wawasan mengenai Anti Parkinson serta seluk
beluknya.
Jatinangor,
Januari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
...................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I: PENDAHULUAN................................................................................................ 1
1.1.Latar Belakang................................................................................................... 1
BAB II: PEMBAHASAN................................................................................................. 3
2.1.Pengertian.......................................................................................................... 3
2.2.Gejala................................................................................................................. 3
2.3.Penyebab............................................................................................................ 3
2.4.Penggunaan........................................................................................................ 4
2.5.Penggolongan.................................................................................................... 4
2.6.Obat-obat anti Parkinson................................................................................... 5
2.7 Spesialit Anti Parkinson..................................................................................... 6
BAB III: PENUTUP......................................................................................................... 7
3.1.Kesimpulan......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Penyakit
parkinson (paralisis agitans) adalah suatu sindrom dengan gejala utama berupa trias
gangguan neuromuskular: tremor, rigiditas, akinesia (hipokinesia) disertai
kelainan postur tubuh dan gaya berjalan. Gerakan halus yang memerlukan
koordinasi kerja otot skelet sukar dilakukan pasien, misalnya menyuap makanan,
mengancingkan baju dan menulis. akibat gejala ini pasien sangat bergantung pada
orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Gejala
parkinson Tremor adalah gerakan getar dengan frekuensi 3-7 getaran per detik,
biasanya mengenai anggota gerak yaitu
tangan, lengan atau tungkai. Yang khas muncul pada saat istirahat, saat
relaks ketika memegang koran atau gagang telepon.Tremor dapat pula mengenai
dagu, bibir, lidah bahkan leher. Tremor juga akan muncul atau bertambah berat
pada keadaan stress baik stress fisik maupun emosi. Saat konsentrasi pun bisa
muncul gejala tremor namun pada saat tidur lelap gejala tidak muncul. Pada
keadaan lanjut tremor akan muncul sepanjang waktu baik ketika beristirahat
maupun saat beraktivitas. Rigiditas sebagai gejala kedua dari parkinson
didefinisikan sebagai tahanan terhadap gerakan pasif sehingga apabila
persendian penderita digerakkan orang lain maka terasaseperti ³roda gigi´.
Penderita sendiri akan mengeluh kekauan otot, nyeri sendi saat digerakkan,
kelemahan atau lelah. Keadaan ini terkadang meyerupai gejala rematik. Postur
tubuh dapat menjadi membungkuk ke depan. Pada keadaan yang lanjut gerakan sendi
bias menjadi terbatas.Selanjutnya Bradikinesia sebagai gejala ketiga parkinson
adalah menurunnya gerakan motorik secara keseluruhan. Manifestasinya antara
lain adanya kesulitan penderita untuk bangkit dari kursi, memulai berjalan atau
berbalik di tempat tidur. Wajah menjadi kurang berekspresi sehingga tampak
senantiasa murung dan sedih, kedipan mata berkurang sehingga tampak seperti
melamun atau menerawang atau tatapan kosong.Suara dapat menjadi halus dan
pelan, hal ini menyebabkan lawan bicara meminta penderita untuk mengulang
pembicaraan. Gaya berjalanpun dapat menjadi kaku seperti robot, langkah menjadi
kecil-kecil dan pendek, langkah diseret, lengan tidak atau kurang melenggang.
Kelambanan dapat mengenai organ untuk makan, berupa lamban mengunyah, menelan
sehingga butuh waktu makan yang lebih lama dari biasanya.
Berkurangnya
refleks menelan ini dapat pula mengakibatkan penderita mengeces. Gangguan juga dapat
mengenai gerakan motorik halus, misalnya berupa kesulitan untuk memotong
makanan, kesulitan untuk mengancingkan baju, tulisan menjadi lebih kecil
ukurannya dari biasanya, kesulitan membuka lembaran kertas pada buku, bahkan
mengetuk pintu pun dapat menjadi sesuatu yang sulit dilakukan
penderita.Sedangkan Instabilitas Postural sebagai gejala parkinson keempat
biasanya timbul pada keadaan lanjut, di mana keseimbangan menjadi memburuk
sehingga penderita mudah terjatuh. Ketika sedang berjalan pasien dapat mengalami
kesulitan untuk berhenti sehingga saat akan berhenti dapat kehilangan
keseimbangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Definisi
Penyakit
parkinson atau penyakit gemetaran yang ditandai dengan gejala tremor, kaku
otot atau kekakuan anggota gerak,
gangguan gaya berjalan (setapak demi setapak) bahkan dapat terjadi gangguan
persepsi dan daya ingat merupakan penyakit yang tejadi akibat proses degenerasi
yang progresif dari sel-sel otak (substansia nigra) sehingga menyebabkan
terjadinya defisiensi neurotransmiter yaitu dopamin.
Obat
anti Parkinson adalah obat-obatan yang dapat mengurangi efek penyakit
Parkinson.
2.2.Penyebab
v Idiopatik
(tidak diketahui sebabnya)
v Radang,
trauma, aterosklerosis pada otak.
v Efek
samping obat psikofarmaka.
Penyebabnya
adalah degenerasi progesif dari sel-sel saraf dopaminenerg diotak,sehingga
produksi DA berkurang dan keseimbangan dalam ganglia basal terganggu karna
system Ach berkuasa. Faktor keturunan sediko akan dihinggapinya adalah 3 kali
lebih besar bila salah satu orang tua atau saudara menderita penyakit ini.
2.3.Gejala
1.
Kekakuan anggota gerak(rigor,hypertonia).
2.
Mobilitas hilang atau berkurang secara abnormal atau(bradikyinesia).
3.
Gemetar(tremor).
4.
Gangguan keseimbangan tubuh.
5.
Dipresi yang lazim menyertai penyakit ini,akibat turut lisutnya pula sel-sel
serotoninerg diotak yang berkurangnya
serotonin.
Gejala-gejala
Parkinson dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Gangguan
motorik positif, misalnya terjadi tremor
dan rigiditas. Gangguan motorik negatif, misalnya terjadi hipokinesia .
2. Gejala
vegetatif, seperti air liurdan air mata
berlebihan, muka pucat dan kaku
(mask face) .
3. Gangguan
psikis, seperti berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, merasa tertekan.
2.4.Penggunaan Obat Anti Parkinson
Meskipun
pengobatan parkinson tidak dapat mencegah progresi penyakit, tetapi sangat
memperbaiki kualitas dan harapan hidup kebanyakan pasien. Karena itu pemberian
obat sebaiknya dimulai dengan dosis rendah dan ditingkatkan sedikit demi
sedikit.
2.5.Penggolongan Obat Anti
Parkinson
Berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi:
1. Obat
anti muskarinik, seperti triheksifenidil/benzheksol, digunakan pada pasien
dengan gejala ringan dimana tremor adalah gejala yang dominan.
2. Obat
anti dopaminergik, seperti levodopa, bromokriptin. Untuk penyakit parkinson
idiopatik, obat pilihan utama adalah levodopa.
3. Obat
anti dopamin antikolinergik, seperti amantadine.
4. Obat
untuk tremor essensial, seperti haloperidol, klorpromazine, primidon dll.
2.6.Obat-obat
Anti Parkinson
Obat
|
Aturan
Pemakaian
|
Keterangan
|
Levodopa
(dikombinasikan dengan karbidopa) |
Merupakan pengobatan utama
untuk parkinson. Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan
efektivitasnya & mengurangi efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh |
Setelah beberapa tahun
digunakan, efektivitasnya bisa berkurang
|
Bromokriptin atau pergolid
|
Pada awal pengobatan seringkali
ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan
kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru
|
Jarang diberikan sendiri
|
Seleglin
|
Seringkali diberikan sebagai
tambahan pada pemakaian levodopa
|
Bisa meningkatkan aktivitas
levodopa di otak
|
Obat antikolinergik (benztropin
& triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin
(difenhidramin)
|
Pada stadium awal penyakit bisa
diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan
levodopa, mulai diberikan dalam dosis rendah
|
Bisa menimbulkan beberapa efek
samping
|
Amantadin
|
Digunakan pada stadium awal
untuk penyakit yg ringan
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa |
Bisa menjadi tidak efektif
setelah beberap bulan digunakan sendiri
|
2.7.Spesialite Obat Anti Parkinson
No
|
Generik
|
Dagang
|
Pabrik
|
1
|
Trihexyphenidil
|
artane
|
Lederle
|
2
|
levodopa
|
Madopar Dispersible 125
|
Roche
|
3
|
Bromocriptin mesilate
|
parloder
|
Novartis
|
4
|
selegiline
|
jumex
|
Sanofi aventis
|
5
|
trihexyphenidil
|
Arkine hexymer
|
Pyridam mersifarma
|
6
|
Levodopa
|
Levopar pardoz
|
Meprofarm Texpharm jaya
|
BAB
III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Penyakit
Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang bersifat kronis progresif,
merupakan suatu penyakit/sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan
atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus palidus/
neostriatum (striatal dopamine deficiency). Di Amerika
Serikat, ada sekitar 500.000 penderita parkinson. Di Indonesia sendiri, dengan
jumlah penduduk 210 juta orang, diperkirakan ada sekitar 200.000-400.000
penderita
Penyakit
Parkinson merupakan penyakit kronis yang membutuhkan penanganan secara holistik
meliputi berbagai bidang. Pada saat ini tidak ada terapi untuk menyembuhkan
penyakit ini, tetapi pengobatan dan operasi dapat mengatasi gejala yang timbul . Obat-obatan yang ada sekarang hanya menekan
gejala-gejala parkinson, sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa
dihentikan sampai saat ini. Sekali terkena parkinson,
maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidupnya.
Tanpa perawatan, gangguan yang terjadi
mengalami progress hingga terjadi total disabilitas, sering disertai dengan
ketidakmampuan fungsi otak general, dan dapat menyebabkan kematian. Dengan
perawatan, gangguan pada setiap pasien berbeda-berbeda. Kebanyakan pasien
berespon terhadap medikasi. Perluasan gejala berkurang, dan lamanya gejala
terkontrol sangat bervariasi. Efek samping pengobatan terkadang dapat sangat
parah.
.
Daftar Pustaka
http://eryana-dewi.blogspot.com/2012/10/spesial-untuk-postingan-pertama-materi.html
http://www.scribd.com/doc/49535726/makalah-parkinson
http://herahumairah61.blogspot.com/2013/05/farmakologi-antiparkinson.html
